Bunut Diterjang Banjir

SANGGAU – Sebanyak 26 Kepala Keluarga dengan 94 jiwa di Rt 2 Rw 2 Gang Jambu Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas dihantam banjir. Sejumlah rumah penduduk yang berada disekitar Sungai Liku terendam setinggi atap rumah.

Anggota DPRD Sanggau, Suhairi mengaku prihatian atas musibah tersebut. Ia berharap pemerintah bergerak cepat membantu evakuasi warga.“Saya minta jangan persulit dengan birokrasilah, ini bicara keselamatan orang,” katanya ditemui dilokasi, Minggu (13/3).

Tidak ada korban jiwa saat banjir rob menghantam kampung tersebut. Kejadian terparah terjadi pada sekira 1963 lalu. Saat itu, warga sampai mengungsi ke daerah lain yang lebih tinggi.

“Mereka yang tinggal di Liku sebagian besar adalah keluarga, jadi mereka tinggal ditempat keluarga yang lokasi rumahnya berada ditempat yang lebih tinggi. Saat ini posko sudah ada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, hanya digunakan untuk menampung bantuan,” ungkapnya.

Banjir rob ini, kata dia, kemungkinan dampak dari resapan air di hulu sungai sehingga terjadi banjir. Bahkan menurut dia, di kampung Semajau juga kena sekitar 1,5 meter,” ujarnya.

Kepada pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera mengambil tindakan evakuasi warga yang rumahnya terkena banjir rob. “Harapan kita pemkab dan instansi terkait bekerjasama dan bergerak cepat membantu warga yang menjadi korban,” harapnya.

“Kalau hujan turun lagi nanti malam, saya khawatir akan banyak rumah warga yang menjadi korban berikutnya,” tambahnya.

Kepala BPBD Sanggau, Vicky L Putra menyampaikan telah menyiapkan posko dan bantuan untuk para korban. Langkah pertama yang dilakukan BPBD yakni melakukan evakuasi korban.

Untuk bantuan bagi para korban sudah disiapkan di posko berupa beras, makanan ringan, air mineral dan lauk pauk. “Sudah ada di posko, ini bantuan BPBD dan Sosnakertrans,” katanya.

Bantuan yang diberikan, hanya untuk tiga hari kedepan. “Kalau nanti kurang tentu akan kita berikan lagi sesuai kebutuhan,” ungkapnya. Mengenai evakuasi warga, BPBD telah menyiapkan tenda dan perahu karet untuk evakuasi. “Sementara tenda kita siapkan satu dulu, nanti kalau kurangkan bisa kita tambah,” ujarnya. (sgg)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *