BPBD KABUPATEN SANGGAU GELAR FGD LAPORAN PENDAHULUAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA 2026–2030
BPBD Kabupaten Sanggau, Melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melaksanakan Kegiatan Focus Grup Discution (FGD) Laporan Pendahuluan Penyusunan Rancangan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana ( RPB) Kabupaten Sanggau Tahun 2026-2030.
Kegiatan FGD ini dilaksanakan pada Hari Selasa, Tanggal 18 November 2025 bertempat di Ruang Rapat Lantai II ” BABAI CINGA” Kantor Bupati Sanggau.
Acara FGD dibuka dan dihadiri secara resmi oleh Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos.M.H.
Hadir dalam pelaksanaan kegiatan FGD tersebut jajaran Forkopimda, Perwakilan Pimpinan Perangkat Daerah, Tim Pengarah dan Tim Teknis Internal BPBD, Akademisi dan Tim Teknis dan Perumus dari Lembaga LPPKM Universitas Tanjung Pura Pontianak sebagai Narasumber pada pelaksanaan kegiatan FGD Laporan Pendahuluan Penyusunan Rancangan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Sanggau Tahun 2025-2030.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos.,M.H Menegaskan beberapa hal mendasar yang perlu disikapi oleh seluruh tamu undangan yang hadir, bahwa perlu keseriusan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut:
Adapun poin poin penyampaian yang disampaikan bahwa, Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB)
sebagai turunan dari dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), harus memiliki integrasi kuat dengan dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, RKPD, RTRW, KLHS dan dokumen perencanaan daerah lainnya. Keterhubungan lintas dokumen ini akan memastikan bahwa aspek kebencanaan tidak berdiri sendiri, melainkan terinternalisasinya dalam seluruh sektor pembangunan di Kabupaten Sanggau;
RPB yang sedang di siapkan harus sepenuhnya berbasis eviden. Data spasial, data historis kejadian bencana, peta risiko, indeks kapasitas daerah, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat harus menjadi landasan analisis. Ketepatan data adalah ukuran akuntabilitas kita;
Dalam hal Penyusunan RPB perlu memperhatikan dinamika pembangunan daerah lima tahun ke depan. Kabupaten Sanggau menargetkan peningkatan Indeks Ketahanan Daerah (IKD), penguatan sistem informasi kebencanaan, serta percepatan tata kelola Pentahelix. Seluruh target ini harus tercermin dalam rencana aksi kebencanaan yang inklusif dan realistis;
Dan terakhir disampaikan bahwa pekerjaan besar ini tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi. Pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media memiliki perannya masing-masing. Rencana yang baik
akan kehilangan maknanya bila tidak disertai komitmen kolektif untuk melaksanakannya.
Saya menekankan kepada seluruh perangkat daerah pengampu urusan kebencanaan, agar aktif memenuhi data, dokumen pendukung, dan eviden dalam proses penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Sanggau secara kolaborasi dan ketepatan data adalah kunci akuntabilitas. RPB bukan sekedar dokumen, tetapi Kompas Kebijakan yang menentukan kualitas kesiapsiagaan daerah kita lima tahun ke depan serta dapat meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Sanggau.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan BA Kesepakatan Multi Pihak dan hasil FGF ini juga akan dilakukan Asistensi Tahap I oleh BPBD Kabupaten Sanggau , Tim Perumus LPPKM UNTAN dengan Deputi Sistem Strategi BNPB Kabupaten Sanggau agar berkesesuaian dengan NSPK dan Perka BNPB.

