Berita

HUJAN INTENSITAS TINGGI RENDAM EMPAT KECAMATAN, BPBD SANGGAU SIAGA BANJIR

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan empat kecamatan di Kabupaten Sanggau terendam banjir. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana (Plt. Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, pada Jumat (9/1/2026).

Menurut Budi Darmawan, keempat kecamatan yang terdampak banjir tersebut meliputi Kecamatan Sekayam, Entikong, Noyan, dan Beduai. Banjir menyebabkan ratusan rumah terendam serta ratusan warga terdampak, bahkan sebagian di antaranya terpaksa mengungsi akibat tingginya debit air.

“Banjir ini merupakan bencana musiman yang dipicu oleh curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir, sehingga mengakibatkan Sungai Sekayam meluap dan merendam permukiman warga,” jelas Budi Darmawan.

Ia menambahkan, ketinggian air bervariasi di setiap lokasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 1 meter, bahkan di beberapa titik tertentu mencapai ketinggian yang lebih tinggi sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat.

Dalam upaya penanganan bencana, BPBD Kabupaten Sanggau telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak banjir.
“Kami sudah mengerahkan tim dari BPBD bersama unsur Pokmas untuk segera melakukan penanganan di lapangan. Selain itu, perlengkapan pendukung seperti perahu karet dan sarana prasarana lainnya juga telah kami siapkan untuk membantu warga,” tegasnya.

Saat ini, BPBD Kabupaten Sanggau masih terus melakukan pendataan terhadap warga dan rumah yang terdampak banjir, serta memantau perkembangan situasi di lapangan.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di Kabupaten Sanggau selama dua hari ke depan, terhitung sejak 9 Januari hingga 10 Januari 2026.

Oleh karena itu, Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Sanggau mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir. Ia juga meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk aktif melaporkan kondisi terkini di wilayah masing-masing guna mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *