MONITORING DAN EVALUASI BNPB PASTIKAN PENANGANAN BANJIR DI KABUPATEN SANGGAU BERJALAN OPTIMAL
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, didampingi Wakil Bupati Sanggau serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sanggau bersama jajaran staf BPBD, melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan bencana banjir di sejumlah lokasi terdampak di empat kecamatan di Kabupaten Sanggau, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan upaya penanganan darurat banjir berjalan secara optimal. Selain monitoring dan evaluasi, Deputi Bidang Pencegahan BNPB bersama Wakil Bupati Sanggau dan Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Sanggau juga menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Camat Kembayan, Camat Beduai, Camat Sekayam, dan Camat Entikong, serta didukung Forkopimcam setempat.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sanggau, hampir sepuluh ribu jiwa terdampak banjir yang melanda wilayah perbatasan tersebut pada awal tahun 2026. Kepala BPBD Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, mengungkapkan bahwa hingga Senin, 12 Januari 2026, tercatat sebanyak 9.869 jiwa terdampak banjir di empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Entikong sebanyak 1.748 jiwa, Kecamatan Sekayam 2.045 jiwa, Kecamatan Beduai 1.755 jiwa, dan Kecamatan Kembayan 4.324 jiwa.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan naiknya muka air Sungai Sekayam hingga meluap ke permukiman warga. Kondisi ini mengakibatkan banyak warga terpaksa mengungsi serta terganggunya akses utama menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.
Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau telah menetapkan status siaga bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (Batingsor) sejak 5 Januari 2026. Status tersebut dimungkinkan untuk ditingkatkan menjadi tanggap darurat apabila kondisi di lapangan semakin memburuk.
Sebagai tindak lanjut dari penetapan status siaga darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sanggau akan segera membentuk dan mengaktifkan Komando Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Batingsor. Langkah ini bertujuan agar penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi sesuai standar operasional prosedur penanganan darurat, serta selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan.

